Kamis, 30 Oktober 2014

Pagoda Agung Taman Lumbini, Berastagi Sumatera Utara

Pagoda Shwedagon adalah pagoda paling agung di dunia yang terletak di kota Yangon Negara Myanmar.  Kata “Shwe” berarti emas dan “Dagon” adalah nama terdahulu dari kota Yangon (Ibukota Myanmar). “Shwedagon” memiliki arti pagoda emas di kota Dagon. Pagoda tersebut dipercaya telah dibangun sejak lebih dari 2.600 tahun yang lalu, dimana pada saat Sang Buddha Gautama masih hidup. Menurut legenda dari pagoda tersebut, dua orang bersaudara yang berprofesi sebagai pedagang dari Myanmar, bernama Tapussa dan Bhallika, memimpin karavan kereta kerbau ke India dan menemui Sang Buddha yang baru mencapai Kesempurnaan atau Ke-Buddha-an.
Ke-dua bersaudara itu pun mempersembahkan madu dan sejenis kue yang bernama kywet kyit kepada Buddha dan mereka menerima delapan helai rambut dari Buddha. Ke-dua bersaudara tersebut dan pengikutnya dengan bahagia kembali ke kampung halamannya, Okkalapa (juga merupakan nama sebelumnya dari Yangon). Penguasa Okkalapa, yang telah mendengar kabar yang luar biasa tersebut, kemudian menyambut ketibaan rambut suci tersebut dengan upacara penyambutan yang megah. Relik rambut-rambut tersebut disimpan di dalam sebuah pagoda yang dibangun khusus yaitu Pagoda Shwedagon.
Atas inspirasi agung dari Pagoda Shwedagon di Myanmar, maka pada tahun 2007, dimulailah pembangunan Replika Pagoda Shwedagon di komplek International Buddhis Centre - Taman Alam Lumbini yang berada di Desa Dolat Rayat - kota Brastagi. Proyek Pagoda ini sukses diselesaikan pada tahun 2010 dengan dimensi areal pagoda tersebut adalah: tinggi 46,8 meter,  panjang 68 meter, lebar 68 meter. Bangunan ini terletak di atas bukit dengan hampir keseluruhan warnanya mempunyai warna keemasan. Selain itu juga terhampar taman yang indah dengan mengikuti kontur alam. Replika Pagoda ini merupakan yang kedua tertinggi di antara Replika Pagoda sejenis yang berada di luar Negara Myanmar. Sedangkan bangunan pagodanya terdiri dari 1 unit Pagoda Besar, dengan tinggi 42 meter, panjang 25,8 meter, lebar 25,8 meter; 8 unit Pagoda Kecil dengan tinggi 7,18 meter, panjang 5,38 meter, lebar 5,38 meter; 1 unit Pilar Asoka dengan tinggi 19,8 meter dan diameter tiang 0,8 meter; 4 unit Rupang Buddha Sakyamuni yang terbuat dari bongkahan Batu Jade Hijau/Giok yang utuh dari Myanmar. Seperti Pagoda Shwedagon di Myanmar, pada Pagoda besar juga disimpan berbagai relik dan benda peninggalan dari Buddha dan arahat, ribuan Buddha Rupang dari berbagai Negara. Oleh sebab itu, meskipun  Replika Pagoda ini terbuka untuk umum dan merupakan salah satu tujuan wisata, tetapi juga merupakan tempat suci umat Buddha yang sejogyanya kita hormati. Inilah sebabnya sebelum memasuki areal pagoda, ada beberapa hal yang harus dilakukan pengunjung seperti melepaskan alas kaki, mengenakan pakaian yang sopan, melepaskan topi, menjaga kebersihan dan menjaga ketenangan.
Replika Pagoda Shwedagon dipercaya memiliki tingkat kesakralan yang sangat tinggi. Bagi pengunjung yang ingin berdoa, dapat melakukan pradaksina searah jarum jam mengelilingi areal mandala sebanyak 3 kali sambil melafalkan doa sesuai dengan kepercayaan masing-masing lalu melakukan pelimpahan jasa dan mendoakan harapan dan keinginan hati.
Di komplek ini juga terdapat Golden Lotus Lumbini Resto (Healthy Cuisine) yang merupakan restoran vegetarian. Restoran ini menawarkan berbagai macam hidangan dan minuman yang memiliki cita rasa yang berbeda. Dengan penyajian yang dilakukan oleh Koki-Koki handal, Golden Lotus Lumbini Resto (Healthy Cuisine) akan menjadi tempat untuk memenuhi kebutuhan kuliner Anda.
Selain itu juga terdapat TAL Gifts and Mart yang menyediakan berbagai varian aksesoris Buddhis yang unik dan menarik dari dalam dan luar negeri Indonesia. Varian aksesoris berasal dari tiga mahzab buddhis yang berbeda (Theravada, Mahayana, dan Vajrayana).
Untuk mencapai lokasi, dari Bandara Polonia bisa naik ojek motor menuju simpang pos di Jalan Jamin Ginting. Di simpang pos ini, kita akan menjumpai  mobil-mobil angkutan umum rute Medan-Berastagi-Kabanjahe. Sekitar 1,5 jam perjalanan kita akan sampai di simpang Tongkoh. Dari simpang Tongkoh kita bisa melanjutkan dengan naik angkot atau berjalan kaki sekitar 500 meter

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OXY Drinking Water