Langsung ke konten utama
Megah dan Menawan Benteng Fort Rotterdam, Makasar
Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (Jum Pandang) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. Letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Karena letaknya di tengah Kota Makassar, benteng
ini mudah diakses. Bisa menggunakan taksi, angkutan kota, atau
fasilitas pengantaran hotel
Tepatnya didepan pelabuhan laut kota Makasar atau ditengah
pusat perdagangan sentral kota. Apabila kita menginap di area
seputar pantai Losari, maka jaraknya dalam kisaran radius 2 km-an
saja. Dari jalan raya, Fort Rotterdam akan mudah
dikenali karena sangat mencolok dengan arsitektur era 1600 an yang
berbeda dengan rumah dan kantor diseputarnya. Temboknya kokoh menjulang hampir setinggi 5 meter dengan tebal dinding sekitar 2 meter, dan pintu
masuknya masih asli seperti masa jayanya.
Pintu utamanya berukuran kecil. Tembok yang tebal sangat
kokoh, pintu kayu, gerendel kuno, akan terlihat jelas.
Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa X yang bernama Imanrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung atau Karaeng Tunipalangga Ulaweng. Benteng ini berbahan dasar tanah liat yang dibakar hingga kering, namun pada masa
pemerintahan Raja Gowa XIV, Sultan Alauddin, konstruksi benteng ini
diganti menjadi batu padas hitam yang di datangkan dari daerah Maros. Kemudian pada tanggal 23 Juni 1635, dibangun lagi dinding tembok kedua dekat pintu gerbang. Pada awalnya bentuk benteng ini adalah segi empat, seperti halnya arsitektur benteng gaya Portugis. Sebagian benteng hancur saat Kesultanan Gowa diserang armada perang Belanda. Kemudian Gubernur Jenderal Speelman membangun kembali benteng yang sebagian hancur dengan model arsitektur Belanda. Bentuk benteng yang awalnya berbentuk segi empat dengan empat bastion, ditambahkan satu bastion lagi di sisi barat. (Bastion adalah bangunan yang lebih kokoh dan posisinya lebih tinggi di setiap sudut benteng yang biasanya di tempatkan kanon atau meriam di atasnya). Nama benteng kemudian dinamakan Fort Rotterdam, yang merupakan nama tempat kelahiran Speelman. Jika dilihat dari udara, benteng ini berbentuk segi lima seperti seekor penyu yang hendak masuk ke dalam pantai

Di kompleks Benteng Ujung Pandang kini terdapat Museum La Galigo yang di dalamnya terdapat banyak referensi mengenai sejarah kebesaran
Makassar (Gowa-Tallo) dan daerah-daerah lainnya yang ada di Sulawesi
Selatan.
Selain
melihat benteng serta museum Lagaligo kita bisa menjenguk ruang tahanan
sempit Pangeran Diponegoro saat dibuang oleh Belanda sejak tertangkap
ditanah Jawa. Perang Diponegoro yg berkobar diantara tahun 1825-1830
berakhir dengan dijebaknya Pangeran Diponegoro oleh Belanda saat
mengikuti perundingan damai. Pangeran Diponegoro kemudian ditangkap dan
dibuang ke Menado, lantas tahun 1834 ia dipindahkan ke Fort Rotterdam.
Komentar
Posting Komentar