Entri yang Diunggulkan

Jangan Merapikan Tempat Tidur Sebelum Meninggallkan Kamar Hotel

Apa yang biasanya Anda lakukan sebelum check out dari kamar hotel? Selain memastikan tidak ada barang yang tertinggal, tamu hotel yang baik ...

Rabu, 14 Agustus 2019

Museum Probolinggo, Destinasi Wisata Sejarah



Museum Probolinggo, merupakan destinasi wisata yang menawarkan konsep sejarah dari Probolinggo. Museum ini terletak di Jalan Suroyo No 7 Kota Probolinggo, jadi anda tidak akan sulit untuk menemukan letak dari museum ini, karena akses menuju kesana yang sangat mudah dijangkau, baik oleh wisatawan yang menggunakan kendaraan sendiri atau dengan menaiki kendaraan umum. Museum ini mempunyai arsitektur bangunan yang khas peninggalan Belanda menjadikan Museum ini sangat kental dengan suasana masa lampau. Bangunan Museum ini dulunya merupakan sebuah Gedung Societiet Gebow Harmony yang difungsikan sebagai Ballroom, yang artinya merupakan tempat berkumpulnya kaum priyayi Belanda, berdansa, main billyard, berinteraksi, dll. Kemudian gedung ini difungsikan sebagai Gedung Serba Guna yang biasanya digunakan oleh masyarakat atau instansi di Probolinggo untuk melakukan acara atau event – event tertentu. Disini anda dapat menjelajah Probolinggo dari zaman dahulu hingga saat ini dengan memakan waktu hanya 30 menit.

Gedung ini pertama dibangun pada tahun 1814 yang mempunyai gaya bangunan Empire Style. Denah simetris, beratap perisai, satu lantai, di serambi depan dan belakang terdapat pilar – pilar, serta memiliki gevel di atas serambi. Bangunan ini terbagi menjadi beberapa serambi antara lain serambi depan, ruang tengah, serambi belakang, serta sayap gedung yang terletak di kanan dan kirinya.Bangunan museum ini menghadap ke barat dengan Serambi depan yang merupakan sebuah ruang terbuka yang memiliki 6 buah kolom gaya doria. Dari serambi tersebut terdapat 5 buah pintu. 3 buah merupakan pintu menuju ruang tengah, dan masing-masing pintu menuju sayap gedung di kanan dan kiri ruangan atau serambi.


Apabila anda datang ke sana,  di depan Museum akan tampak sebuah plakat bertuliskan Museum Probolinggo yang bisa dijadikan tanda jika anda sudah sampai di lokasi tujuan. Di sini sudah disediakan area parkir yang luas, sehingga memudahkan pengunjung yang membawa kendaraan baik mobil atau motor. Setelah anda masuk ke area museum, pertama anda akan disuguhi dengan pemandangan taman dan lengkap dengan replika tank tempur , pesawat tempur dan juga kereta api. Museum ini dibuka untuk umum sejak 26 Agustus 2009 dan diresmikan tanggal 15 Mei 2011.

Setelah anda masuk dari pintu utama, anda akan disuguhi dengan beragam patung replika yang merupakan benda – benda peninggalan sejarah. Beberapa patung tersebut berbentuk replika patung Ganesha, Maha Surya, Bima, Nandi, Dwarapala dan Arjuna Wiwaha. Di dalam ruangan ini anda juga akan diberikan informasi secara detail mengenai replika patung dan juga peninggalan sejarah lainnya.


Kemudian setelah anda meninggalkan ruangan pertama, anda akan menuju ruangan yang didalamnya berisi peninggalan benda-benda pusaka seperti tombak, keris, patil, kapak, peluit kayu, sempoa, patung rara anteng dan jaka tengger, kecapi, naskah kuno dan juga keramik yang merupakan benda peninggalan sejarah dan ditemukan dari abad yang berbeda-beda. Di ruangan ini juga ditampilkan informasi – informasi yang menjelaskan mengenai nama-nama peninggalan dan sejarah lengkap dengan tahun ditemukannya. Apabila anda menyusuri ruangan demi ruangan, anda akan mendapatkan berbagai informasi dan dapat melihat gambar-gambar atau foto – foto Probolinggo tempo dulu. Dan yang lebih menarik lagi adalah sebuah gambar lengkap dengan informasi mengenai sejarah Pemerintahan Probolinggo ( Gemeente  ) dari jaman Belanda secara detail. Di sini juga dipajang foto – foto para petinggi Gemeente Probolinggo secara berurutan menurut tahun kepemimpinannya.

Di ruangan selanjutnya anda akan menemui replika – replika mengenai budaya dan tradisi masa kini di Probolinggo antara lain tradisi Karapan kambing, Lengger Probolinggo dilengkapi dengan alat musiknya, Kenong telo dan Jaran Bodhak. Selain itu disini juga dipamerkan sebuah replika patung wanita membatik yang dilengkapi dengan kain Batik Manggur ( Batik Khas Probolinggo ). Kemudian disini juga dipamerkan transportasi modern seperti vespa dan pakaian – pakaian yang biasa dikenakan oleh masyarakat modern Probolinggo pada saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OXY Drinking Water