Beriklim tropis dengan udaranya yang sejuk dan sebagai pusat kegiatan setiap diadakan acara penting Pariwisata seperti Pesta Danau Toba. Danau Toba yang terjadi dari letusan gunung Toba, terletak 905m di atas permukaan laut, dengan keliling 295 km, dan luas permukaan air danau ±1.100 km dengan kedalaman maksimum 529m, merupakan danau terbesar di Indonesia.
Dari Parapat sendiri ada pelabuhan feri yang melayani perhubungan air ke Pulau Samosir tepatnya ke pelabuhan Ajibata. Bila tidak melalui Parapat, maka untuk mencapai Pulau Samosir lewat perhubungan darat seseorang harus mengitari tepian Danau Toba sampai ke Pangururan karena di sanalah Pulau Samosir berhubungan dengan daratan Pulau Sumatera.
Kota Parapat menjadi objek wisata terkenal di Sumatera Utara. Bahkan, di era 1990-an, tepatnya sebelum tahun 1997, kota ini menjadi destinasi favorit para turis-turis luar negeri, terutama berasal dari Belanda, Malaysia, Singapura, Jerman, Jepang, Korea, bahkan ada juga yang berasal dari Amerika. Namun, pada tahun 1997, terjadi gejolak krisis moneter yang membuat para turis menjadi enggan berwisata ke tempat ini. Meski demikian, masyarakat Parapat dan pemerintah berjuang untuk memajukan pariwisata Parapat.
Bila berkunjung ke Parapat, kita akan menemukan beberapa tempat yang bisa kita kunjungi. Rumah pengasingan Presiden RI yang pertama, Soekarno, ada di Parapat meski tidak banyak orang yang tahu keberadaannya.
Bangunan rumah pengasingan Soekarno di Parapat didirikan pada tahun 1820, hingga sekarang bangunan tersebut masih berdiri kokoh. Bangunan putih bergaya arsitektur neoklasik berbalkon depan melingkar terlihat megah dan gagah. Bangunan rumah pengasingan ini berukuran sekitar 10 x 20 meter dengan luas halaman sekitar 2 hektar.
Menapaki halaman di sekitar rumah pengasingan hingga masuk ke dalamnya, kita akan diajak napak tilas perjuangan Bung Karno dan kedua tokoh yang bersamanya dalam pengasingan dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Di sini ada pemandu yang siap mengantarkan kita berkeliling dan menjawab keingintahuan kita tentang peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi di rumah pengasingan ini.
Kita bisa juga merasakan eksotisme Danau Toba dan Pulau Samosir dari atas balkon lantai dua. Tidak terlalu jauh dari rumah pengasingan, kita akan menemukan sebuah masjid. Konon, masjid itu dibangun atas prakarsa Soekarno yang ingin menjalankan sholat Jum'at tetapi tidak ada masjid di kawasan tersebut. Soekarno pun menghubungi salah seorang tokoh masyarakat di sekitar Parapat untuk mewakafkan tanahnya agar dibangun sebuah masjid.
Selain rumah pengasingan Soekarno, ada juga beberapa kawasan tertentu dimana kita bisa berenang menikmati sejuknya air danau Toba, seperti di daerah Pantai Kasih, Pantai Ujung, dan beberapa kawasan lain disekitarnya. Sebagai informasi, masyarakat Parapat menyebut Pantai atau Pante untuk daerah yang memiliki pasir putih (dulunya;karena sekarang nyaris sulit menemukan pantai dengan pasir putih dipinggirannya). Selain berenang, Anda juga bisa menyewa speedboat atau sepeda air untuk menikmati pemandangan di sekitar danau Toba, Parapat.
Untuk membeli oleh-oleh khas Parapat, Anda bisa membeli mangga dan kacang garing yang dimasak dengan menggunakan pasir. Jangan lupa juga mengunjungi beberapa kios suvenir yang menjual kerajinan-kerajinan khas suku Batak maupun khas danau Toba, yang terletak di sekitar Jalan Haranggaol dan dekat kawasan pantai yang disebut diatas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar