Kamis, 05 Februari 2015

Raja Ampat, Surga Para Penyelam

Raja Ampat adalah sebuah kabupaten di Propinsi Papua Barat. Raja Ampat mempunyai empat pulau utama dari sekitar 600 pulau yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati dan Pulau Batanta. Raja Ampat terletak di pertemuan laut Pasifik dan Hindia, menjadikannya sebagai tempat paling banyak memiliki biodiversitas tertinggi di dunia dan merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini.
Wilayah pulau-pulau di Raja Ampat sangatlah luas, mencakup 4,6 juta hektar tanah dan laut. Di sinilah rumah bagi 540 jenis karang, 1.511 spesies ikan, serta 700 jenis moluska, terdapat pula 5 spesies penyu laut langka, 57 spesies udang mantis, 13 spesies mamalia laut, dan 27 spesies ikan yang hanya dapat Anda ditemui di wilayah ini. Kekayaan biota ini telah menjadikan Raja Ampat sebagai perpustakaan hidup dari koleksi terumbu karang dan biota laut paling beragam di dunia. Bahkan, menurut laporan The Nature Conservancy dan Conservation International, ada sekitar 75% spesies karang dunia tinggal di pulau yang menakjubkan ini, 10 kali lipat jumlah spesies karang yang ditemukan di seluruh Karibia. Tak satupun tempat dengan luas area yang sama memiliki jumlah spesies karang sebanyak ini.
Ada beberapa kawasan terumbu karang yang masih sangat baik kondisinya dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90%, yaitu di selat Dampier (selat antara Pulau Waigeo dan Pulau Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepualauan Misool Tenggara dan Kepulauan Wayag. Tipe dari terumbu karang di Raja Ampat umumnya adalah terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam. Tetapi ditemukan juga tipe atol dan tipe gosong atau taka. Di beberapa tempat seperti di kampung Saondarek, ketika pasang surut terendah, bisa disaksikan hamparan terumbu karang tanpa menyelam dan dengan adaptasinya sendiri, karang tersebut tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung.
Saat  menyelam ke bawah laut Anda bisa menjumpai spesies yang unik yaitu beberapa jenis kuda laut katay, wobbegong  dan Mantaray  akan berenang bersama Anda. Juga ada ikan endemik Raja Ampat, yaitu Eviota Raja, yaitu sejenis ikan gobbie. Di Manta point yg terletak di Arborek selat Dampier, Anda bisa menyelam dengan ditemani beberapa ekor Pari Manta yang jinak. Jika menyelam di Cape Kri atau Chicken Reef, Anda bisa dikelilingi oleh ribuan ikan. Ikan tuna, giant trevaliies, snapper, dan bahkan barracuda turut menyambut Anda. Hiu karang juga sering terlihat, dan kalau beruntung Anda juga bisa melihat penyu sedang diam memakan sponge atau berenang di sekitar Anda. Di beberapa tempat seperti di Salawati, Batanta dan Waigeo juga terlihat Dugong atau ikan duyung. Bagaimana bila ikan dugong berenang bersama Anda? Anda juga dapat menyelam di sebelah Barat Waigeo, Batanta, dan Kofiau. Potensi tujuan wisata ini adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi oleh houseboats atau rumah kapal.
Ada beberapa aktivitas yang bisa Anda lakukan di Raja Ampat diantaranya menyelam untuk melihat sisa-sisa reruntuhan kapal di bawah laut dan bagi yang bukan penyelam Anda bisa bermain kayak, menjelajahi pulau dengan perahu. Terdapat pulau eksotik yaitu Pulau Ayau yang terdiri dari pulau-pulau kecil di Kepulauan Karang yang sangat besar dimana dasar lautnya berpasir putih dan menghubungkan satu pulau dengan yang lain. Ada juga pulau-pulau dengan pasir yang unik, masyarakat setempat menyebutnya “Zandplaat”. Di sini merupakan habitat unik vegetasi lokal. Anda dapat melihat  ibu-ibu dan anak suku setempat menangkap cacing laut (insonem). Kabui Bay yang memiliki banyak pulau karang (karst), gua tengkorak, dan tempat bersejarah Raja Ampat di Kali Raja. Di Sawandarek, ada pantai berpasir putih dengan bebek laut dan karang yang indah. Di Tomolol, Anda dapat melihat lukisan telapak tangan manusia dan hewan yang sangat besar. Dilukis oleh penghuni gua dari masa prasejarah. Sedangkan di sebelah utara Waigeo, Anda dapat mengunjungi gua dari masa Perang Dunia II, tempat pasukan Belanda dan Jepang membangun bungker mereka. Kadang masyarakat setempat melakukan tarian perang yang dapat Anda saksikan. Juga ada sebuah desa tradisional di mana Anda dapat berjalan-jalan dan menikmati suasana unik dan pulau karang (karst) di Kepulauan Wayag yang memiliki objek alam yang sangat menarik untuk dinikmati. Anda dapat melihat berbagai jenis burung di Desa Yenwaupnor dan Sawinggrai dan  mengunjungi burung cenderawasih merah khas Papua Barat, tari Salay di Saonek dan kerajinan anyaman di Arborek. Selain itu Anda bisa menjelajahi gua kelelawar (bukan kelelawar varietas Dark Knight), membuat patung kayu sendiri yang dipandu oleh pengrajin Asmat, memancing secara tradisional Papua, trekking untuk menemukan air terjun yang terus mengalir di Salawati, memberi makan kuskus dan snorkeling.
Di Raja Ampat Anda juga dapat melihat “hantu laut”, yaitu tepatnya di bagian Timur Waigeo, di depan desa Urbinasopen dan Yesner. Ada fenomena alam unik dan menarik dan hanya dapat dilihat setiap akhir tahun. Yaitu sebuah sinar yang berasal dari laut mengitari permukaannya berlangsung sekitar 10-18 menit. Penduduk setempat menyebut  fenomena ini sebagai “hantu laut”.
Untuk berkeliling,  dari Sorong, ada dua jenis perahu yaitu speed boat dan perahu panjang. Menggunakan speed boat dapat mengangkut 15 penumpang dengan waktu tempuh 1 jam 40 menit. Sementara dengan perahu panjang mengangkut 10 penumpang dengan waktu tempuh 2-3 jam, Anda dapat menyewa perahu kecil jika ingin menjelajahi kepulauan ini lebih bebas.
Jika Anda perlu memberi teman atau keluarga oleh-oleh, yang dapat dibeli seperti patung suku Asmat, kain tradisional, alat musik tradisional, suling, tambur (drum tradisional) bisanya dijual di toko souvenir di berbagai kota di Papua. Anda juga dapat membeli kerajinan anyaman di Arborek jika kebetulan mengunjungi Desa di Raja Ampat.
Bulan Oktober atau November adalah saat yang tepat untuk mengunjungi Raja Ampat karena lautnya tenang dan sempurna untuk tangkapan kamera Anda. Bawalah kamera bawah laut atau pembungkus kamera khusus anti air. Bawalah sunblock, sunscreen, dan topi, juga kaos yang nyaman untuk cuaca pantai. Bawalah obat nyamuk dan obat anti malaria.
Untuk mengunjungi Raja Ampat Anda bisa menggunakan penerbangan menuju Sorong yang dilayani beberapa maskapai nasional. Jika Anda terbang dari Jakarta ada penerbangan ke Sorong yang berhenti di Manado yang akan memakan waktu 4 jam. Pilihan lain Anda dapat terbang selama 6 jam dengan transit di Makassar. Tersedia pula penerbangan langsung 4 jam dari Jakarta ke Sorong. Anda dapat meneruskan penerbangan dari Sorong ke Raja Ampat dengan penerbangan berkapasitas 14 orang. Atau Anda menyebrangi laut selama 2 jam dari Sorong menuju Waisai yang dilayani Kapal Perintis dan Kapal Wisata serta Kapal ASDP dengan rute Sorong-Saonek dan Waisai. Feri berangkat setiap hari dari Sorong ke Waisai, ibu kota Kabupaten Raja Ampat di Pulau Waigeo. Feri berangkat dari Sorong pukul 13.00, perjalanan dari Sorong ke Waisai memakan waktu sekitar 1,5 sampai 2 jam. Feri kembali ke Sorong dari Waisai pukul 11.00. Di Sorong juga tersedia speedboat yang dapat disewakan apabila Anda ingin berkeliling. Untuk pembelian tiket ke kawasan Raja Ampat, Anda perlu membeli tiket di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Raja Ampat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OXY Drinking Water