Rabu, 25 Juli 2012

Katedral Santiago de Compostela

Katedral Santiago de Compostela adalah katedral Katolik Romo Keuskupan Agung Santiago de Compostela di Galicia, Spanyol. Katedral ini merupakan tempat peristirahatan terakhir Santo Yakobus (Santiago, dalam bahasa Spanyol), salah satu rasul Yesus Kristus. Cerita yang berkembang dari mulut ke mulut, Rasul Yakubus berlayar lewat Laut Tengah menuju Spanyol, mendarat di pantai Andalusia di selatan, menjelajahi semenanjung Iberia melalui jalan-jalan Romawi sampai tiba di daerah Galicia di sudut Barat laut. Ketika Rasul Yakobus kembali ke Yerusalem ditemani dua muridnya (Theodorus dan Athanasius), situasi setempat sungguh kurang menguntungkan. Bahkan kemudian raja Herodes (nama ini nama gelar) menyuruh membunuh Yakobus dengan pedang (Kis 12:1-2). Konon sesudah Rasul Yakobus di bunuh, jenazahnya dibawa oleh dua murid tersebut kembali ke Galicia. Konon pula selama perjalanan laut menuju Galicia, jenazah Yakobus dilapisi oleh kerang-kerang dari suatu jenis yang dapat dimakan. Kerang-kerang itulah yang dijadikan lambang dari peziarahan Santiago dan para peziarahnya. Jenazah Rasul Yakobus digotong ke pantai Galicia, lalu kedua murid tersebut minta kepada penguasa setempat sebidang tanah guna memakamkan sang rasul. Kemudian jenazah dimasukkan ke dalam peti marmer (sarchopogus) dan dimakamkan. Tahun 813 makam tersebut ditemukan oleh seorang pertapa bernama Pelayo. Jenazah Rasul Yakobus dikenal karena adanya tulisan di batu sarchopagusnya. Berkat penemuan ini selanjutnya dibangunlah kapel oleh Raja Alfonso II dari Asturia. 
Pembangunan katedral itu sendiri baru dimulai pada tahun 1075 dibawah pemerintahan Alfonso VI dari Kastilia (1040-1109). Dibangun sesuai dengan rencana yang sama dengan gereja di biara Toulouse, Perancis. Bangunan lebih banyak menggunakan batu granite. Pembangunan sempat dihentikan beberapa kali dan baru diresmikan pada tahun 1128 dihadapan raja Alfonso IX dari Leon. Katedral ini kemudian diperluas dan diperindah dengan tambahan-tambahan di abad 16,17 dan 18.  Bangunan katedral ini awalnya mempunyai struktur bergaya romantik yang kemudian mendapat tambahan-tambahan yang dipengaruhi gaya Gothic dan Baroque. Katedral ini berhias indah dengan banyak relief dan patung yang mempesona, dimahkotai dengan dua buah menara yang megah dan fasad bergaya baroque. Pada saat memasuki pintu kemuliaan (Portico de la Gloria), kurang lebih 250 patung tersusun dalam tiga lingkaran besar merangkul pintu masuk gereja.Di ujung ruangan tengah dari Gereja yang panjangnya 97 meter ini, terdapat sebuah altar kolosal, lengkap dengan malaikat-malaikat dan bunga-bunga keemasan, tepat di tengahnya bertahta Santiago, berbusana mantilla perak berlapis batu-batu permata. Di bawah altar utama terdapat ruang bawah tanah. Ruang bawah tanah ini menunjukkan substruktur dari gereja abd ke-9. Ini adalah tujuan akhir dari para peziarah.
Rute perjalanan bisa dimulai dari beberapa titik kota tergantung yang diinginkan. Di beberapa kota bisa ditemui simbol berupa gambar kulit kerang yang merupakan lambang dari Camino de Santiago dan juga merupakan petunjuk untuk menuju kota Santiago. Untuk memulai perjalanan ini, ada beberpa titik awal, baik di Perancis maupun Spanyol. Jalur yang biasa diambil backpackers adalah French Way (Camino Frances) yang titik awal tradisionalnya dimulai dari Saint-Jean-Pied-de Port diperbatasan Perancis dan Spanyol. Jalur ini merupakan jalur paling populer para peziarah. Bisa juga menggunakan jalur Aragon Way (Camino Aragones) yang dimulai dari Somport Perancis menelusuri sunga Aragon dan bertemu dengan French Way. Atau berangkat dari Irun (Perancis) menelusuri garis pantai utara Spanyol atau melalui jalur selatan ke terowongan San Andrean dan melalui padang rumput Alavans. Bagi peziarah yang datang dari laut dan mendarat di Ferrol atau Coruna (Spanyol) bisa menggunakan jalur English Way (Camino Ingles) dan Portuguese Way (Camino Porogues) yang berangkat dari Portugal atau Via de La Plata yang berangkat dari Sevilla, Spanyol.







Sumber : http://en.wikipedia.org dan sumber lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

OXY Drinking Water