Kamis, 23 Oktober 2014

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) : Etalase Kebudayaan Bangsa Indonesia

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur. Area seluas kurang lebih 150 hektare atau 1,5 kilometer persegi ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat di provinsi di Indonesia yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, serta menampilkan aneka busana, tarian, dan tradisi daerah. Di samping itu, di tengah-tengah TMII terdapat sebuah danau yang menggambarkan miniatur kepulauan Indonesia di tengahnya, kereta gantung, berbagai museum, dan Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku, berbagai sarana rekreasi ini menjadikan TMIII sebagai salah satu kawasan wisata terkemuka di ibu kota.
TMII mulai dibangun tahun 1972 dan diresmikan pada tanggal 20 April 1975. Berbagai aspek kekayaan alam dan budaya Indonesia sampai pemanfaatan teknologi modern diperagakan di areal seluas 150 hektare. Aslinya topografi TMII agak berbukit, tetapi ini sesuai dengan keinginan perancangnya. Tim perancang memanfaatkan ketinggian tanah yang tidak rata ini untuk menciptakan bentang alam dan lansekap yang kaya, menggambarkan berbagai jenis lingkungan hidup di Indonesia. Taman Mini Indonesia Indah ini menjadi proyek besar untuk merangkum kebudayaan bangsa Indonesia dalam etalase ruang.
Di TMII, gambaran bangunan atau arsitektur tradisional yang dibuat dengan dilatarbetakangi oleh kondisi lingkungan dan kebudayaan yang dimiliki diwujudkan melalui Anjungan Daerah, yang mewakili suku-suku bangsa yang berada di Provinsi di Indonesia.  Anjungan provinsi ini dibangun di sekitar danau dengan miniatur Kepulauan Indonesia, secara tematik dibagi atas enam zona; Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Tiap anjungan menampilkan bangunan khas setempat. Anjungan ini juga menampilkan baju dan pakaian adat, busana pernikahan, baju tari, serta artefak etnografi seperti senjata khas dan perabot sehari-hari, model bangunan, dan kerajinan tangan. Semuanya ini dimaksudkan untuk memberi informasi lengkap mengenai cara hidup tradisional berbagai suku bangsa di Indonesia. Setiap anjungan provinsi juga dilengkapi panggung, amfiteater atau auditorium untuk menampilkan berbagai tarian tradisional, pertunjukan musik daerah, dan berbagai upacara adat yang biasanya digelar pada hari Minggu. Seperti Rumah Gadang Bagonjong yang hampir setiap pekan tidak pernah sepi acara. Selalu saja ada pertunjukan, entah itu tari, nyanyi, upacara adat atau sekedar membaca puisi melayu. Beberapa anjungan juga dilengkapi kafetaria atau warung kecil yang menyajikan berbagai masakan Indonesia khas provinsi tersebut seperti kue sapik, lamang limo kaum, lamang tapai, sate padang dan bareh randang khas Minang,  serta dilengkapi toko cenderamata yang menjual berbagai kerajinan tangan, kaus, dan berbagai cenderamata.
Sejak tahun 1975 hingga tahun 2000 rancangan asli TMII terdiri atas anjungan rumah adat dari 27 provinsi di Indonesia, termasuk Timor Timur. Akan tetapi setelah Timor Leste merdeka dan memisahkan diri dari Indonesia pada tahun 2002, status anjungan Timor Timur berubah menjadi Museum Timor Timur. Selain itu karena kini Indonesia bertambah provinsi, anjungan-anjungan provinsi baru seperti Bangka Belitung, Banten, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Gorontalo, Kepulauan Riau, dan Papua Barat telah dibangun di sudut Timur Laut TMII, walaupun ukuran dan luas anjungan provinsi baru ini jauh lebih kecil dari anjungan provinsi yang telah dibangun sebelumnya. Rumah adat atau rumah tradisional merupakan wahana unggulan TMII. Sala satu diantaranya rumah Nias yang terletak di anjungan Sumatera Barat. Rumah Nias ini menjadi proyek yang diminati para peneliti Jepang. Sebab ketika terjadi gempa, rumah Nias terbukti mampu bertahan dari gempa skala besar. Struktur rumah Nias ini sekarang tengah diteliti Jepang untuk pengembangan rumah tahan gempa di negara itu. Hal sama terjadi di anjungan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Anjungan ini menampilkan rumah adat Toraja sebagai ikon utama. Rumah dengan atap menjulang tinggi seperti tanduk kerbau ini dikenal sebagai rumah tongkonan. Rumah ini juga menjadi obyek studi para peneliti asing yang tertarik soal antropologi dan arsitektur tahan gempa. TMII memiliki koleksi 150 rumah adat yang di daerahnya sendiri sebagian sudah tidak lagi ada. Selain itu juga lebih dari 10.000 koleksi benda etnografis.
Bangunan keagamaan diwakili oleh beberapa rumah ibadah agama dan kepercayaan resmi yang diakui di Indonesia, hal ini untuk menggambarkan toleransi dan keselarasan hubungan antar agama di Indonesia. Bangunan-bangunan keagamaan antara lain:
  • Masjid Pangeran Diponegoro
  • Gereja Katolik Santa Catharina
  • Gereja Protestan Haleluya
  • Pura Penataran Agung Kertabhumi
  • Wihara Arya Dwipa Arama
  • Sasana Adirasa Pangeran Samber Nyawa
  • Kuil Konghucu Kong Miao
Tersedia pula sarana rekreasi diantaranya
  • Istana Anak-anak Indonesia
  • Kereta gantung
  • Perahu Angsa Arsipel Indonesia
  • Taman Among Putro
  • Taman Ria Atmaja
  • Desa Wisata
  • Kolam renang Snow Bay
  • Museum Iptek TMII
Serta terdapat taman yang menunjukkan keindahan flora dan fauna Indonesia:
  • Taman Anggrek
  • Taman Apotek Hidup
  • Taman Kaktus
  • Taman Melati
  • Taman Bunga Keong Emas
  • Akuarium Ikan Air Tawar
  • Taman Bekisar
  • Taman Burung
  • Taman Ria Atmaja Park, panggung pagelaran musik
  • Taman Budaya Tionghoa Indonesia
Museum yang ada diperuntukkan untuk memamerkan sejarah, budaya, flora dan fauna, serta teknologi di Indonesia, diantaranya
  • Museum Indonesia
  • Museum Purna Bhakti Pertiwi
  • Museum Keprajuritan Indonesia
  • Museum Perangko Indonesia
  • Museum Pusaka
  • Museum Transportasi
  • Museum Listrik dan Energi Baru
  • Museum Telekomunikasi
  • Museum Penerangan
  • Museum Olahraga
  • Museum Asmat
  • Museum Komodo dan Taman Reptil
  • Museum Serangga dan Taman Kupu-Kupu
  • Museum Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
  • Museum Minyak dan Gas Bumi
  • Museum Timor Timur (bekas Anjungan Timor Timur)
Di TMII kita bisa juga menonton pemutaran  berbagai film mulai dari film bertemakan lingkungan dan kebudayaan nusantara sampai film-film box office yang resolusinya diubah menjadi khusus di teater IMAX Keong Emas. Teater ini memiliki layar berukuran raksasa, jauh lebih besar daripada layar bioskop ukuran normal. Bentuk luarnya seperti cangkang moluska air tawar keong emas (Pomacea canaliculata Lamarck). Film IMAX yang diputar di teater IMAX Keong Emas antara lain Indonesia Indah II, Force of Nature, T-Rex, Blue Planet, Arabia, Journey to Mecca, dll. Selain Teater IMAX Keong Emas juga terdapat teater Tanah Airku dan Teater 4D.
Dengan bermacam fasilitas yang disediakan, TMII bisa menjadi tujuan wisata pendidikan. TMII bisa menjadi wahana untuk belajar. Dan bagi mereka yang tidak punya waktu atau biaya untuk mengunjungi sejumlah daerah di Indonesia bisa cukup terhibur dengan mengunjungi TMII. 


2 komentar:

  1. salam hangat dari kami ijin menyimak sahabat dari kami pengrajin jaket kulit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam, dengan senang hati dipersilahkan...

      Hapus

OXY Drinking Water